Senin, 30 Januari 2012

Misery Loves Company

Assalamu'alaikum
Selamat Malam

Gak tau kenapa, sehari ini gue ngerasa jadi filsuf banget.
Sedikit ngomong banyak mikir (emang biasanya sih juga gitu, tambah kentut sekali-sekali)

Tiap sebentar gue mikir
Tiap sebentar gue nanya ke diri
Tiap sebentar gue jawab pertanyaan tadi
Setelah terjawab, makin banyak pernyataan yang semakin gue pertanyakan



Pertanyaan yang gue pikir sih dimulai dari pertanyaan cetek, kayak berapa harga satu tusuk sate, berapa lama gue makan sate, berapa sisa uang gue, kenapa gue makan sate tadi (makin lama makin gak penting pertanyaan gue) dan banyak pertanyaan gak penting lain yang gak perlu gue sebutin satu-satu (ada yang mesum juga beberapa, gue harus jaga image donggg).

Tapi makin lama, pertanyaan gue makin jadi dalem dan berat maknanya, kayak kenapa gue sekarang begini-begini doang (ujung-ujungnya makan sate lagi, sate lagi, gak pernah makan Pizza ato Fettuccine gitu), kenapa gue masih tetap nyaman dengan kondisi gue yang sekarang, kenapa gue gak berubah, apakah perlu bantuan orang untuk berubah, apakah ada orang yang mau membantu gue berubah, apakah ada yang peduli dengan perubahan gue, kenapa gak ada yang peduli, siapa gue, gue ini apa (tenang.. ini bukan script sinetron murahan yang baru dibuat, walopun gue tau sebenernya script hampir semua sinetron itu cuma ganti aktor sama peran doang).

Gak tau deh....

Entah kenapa makin lama sehari ni gue makin kayak orang amnesia.

Kesimpulannya sih, gue jadi galau.

Dan gue akhirnya sadar.
Gue ini bukan siapa-siapa.
Gue ini bukan apa-apa.
Gue ini cuma sebutir pasir di pantai.
Gue ini cuma setitik air di lautan.

Gue sadar, orang yang paling gue sayang pun bisa meninggalkan gue dalam sekejap.
Gue sadar, orang yang menyayangi gue pun bisa berhenti menyayangi gue dalam sekejap.
Gue sadar, orang yang jadi temen gue pun bisa ngelupain gue.
Gue sadar, gue bukan siapa-siapa.
Gue sadar, gue bukan apa-apa.

Gue cuma mau ngajak orang yang baca ikutan galau kok...
In the end, misery loves company.
Ehehehe

Thats what we humankind are.
We need people who feel and think just like us to move on.
To change, and be different, and then be something

Wassalam
UNTIL WE MEET AGAIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar